padrover.com
padrover.com
everything about us
things we do
we're going out sometimes
pictures of us
skills related to scouting
one way to share
sign our guestbook!

SYAWALAN AMBALAN 2009

September 8th, 2009

assalamualaikum..wr.wb

ramadhan telah berjalan separo. Insya Allah hati telah teduh dan semai kebaikan mulai menampakkan kuncupnya.. salah dan khilaf pun tak sabar pergi meninggalkan diri kita. 0-0 teman..

kami, ambalan 63. mengingatkan teman-teman semua untuk melebur segala salah dan menuai hangatnya kebersamaan dalam SYAWALAN AMBALAN 2009. semoga kata maaf tidak hanya tertulis dalam sms, ter posting di wall FB, ato tak tersampaikan karena server lagi erorr..

semoga kata maaf dapat kita dengar langsung di telinga ku, kamu, kita bersama…

nantikan tanggalnya!!

terimakasih!!!

wass.wr.wb

Dimulai pada tanggal 23 Agustus 2008 .

Peserta datang tepat pada pukul 14.00 . Semua panitia sedang bersiap untuk menerimanya. Setiap petugas sudah standby dengan lembar penilaian masing-masing. Ada 9 regu yang mendaftar yang terdiri dari 3 regu putra dan 6 regu putri. Terdiri dari 4 pangkalan. Walaupun sedikit, acara tetap berjalan.

Usai daftar ulang, peserta digiring ke pos berikutnya, yaitu pos cek perlengkapan. Di sana, semua peserta memperlihatkan kebolehannya untuk mengatur susunan barang yang lumayan banyak dan total beban yang tidak ringan. Setelah memanage barang, mereka menentukan letak kapling mereka dan segera mendirikan tenda.

Upacara pembukaan yang dipimpin oleh kak Bud, berlangsung tertib. Tim juri lapangan yang betugas pun melaksanakan tugasnya dengan baik. Setelah upacara, peserta diberi waktu untuk berganti pakaian lapangan dan mengikuti halang rintang. Permainan di HR beberapa diambil dari permainan saat ujian perkemahan 2008. Tentu saja permainannya seru dan mengocok perut.

lanjut . . .

Setelah itu peserta istirahat sejenak dan melakukan ibadah. Di sela-sela waktu istirahat, mereka membuat berbagai macam masakan untuk diserahkan ke panitia dan dinilai. Makanan berbahan dasar tempe ini sangat kreatif. Mulai dari sate tempe sampai ‘perkedel’ tempe. Ketika waktu istirahat berakhir, peserta kembali dikumpulkan dan dimulailah musyawarah regu. Materi dibagikan oleh Rasita. Beberapa saat kemudian peserta langsung sibuk memikirkan langkah apa yang diambil untuk menyelesaikan permasalah tersebut.

WAKTU HABIS

Peserta pun mengumpulkan notulennya masing-masing.

Dilanjutkan [lagi...] dengan KIM . . atau wolf hunter.

di sini, peserta berusaha untuk mendapatkan tertai / lambang padmanaba sebanyak mungkin selama beberapa saat. Setelah diberi perpanjangan waktu, ternyata peserta hanya mampu mengumpulkan teratai tersebut sejumlah 8 buah yang paling banyak. .

dan doorprize untuk mereka [masing-masing 1putri dan 1putra] adalah berkeliling SMA 3 dalam keadaan gelap gulita. dengan penerangan seadanya dan beberapa sandi yang agak susah dibaca, mereka mencari arah ke mana mereka harus pergi . . .

Akhirnya mereka mendapatkan 1 buah majalah Progresif sebagai rewardnya . Selamat yawZ… !

setelah itu ada pentas seni. Setiap pangkalan menampilkan 1buah kesenian. terserah mereka menampilkan apa asal menarik.

setelah itu, peserta dapat istirahat . ..

Paginya, wew . .!

Olahraga PAGI .  . .! dengan iringan musik2 yang ceria dan membangun semangat, kita adu kreatifitas peserta. Ada yang over, ada juga yang cuma diam, tingak-tinguk gag jelas .. ..

well, itulah lomba . . :)

kegiatan pagi itu diisi oleh kegiatan petualangan. di mana peserta berjalan dari SMA 3 sampai Kebun Binatang Gembira Loka . . CApek sih kata mereka . . :) )

Di area bonbin, mereka mencari 11 pos dan myelesaikan semuanya untuk mendapatkan nilai maksimal. mereka diberi ‘bekal’ berupa peta buta kebun binatang gembira loka. panitia tersedia hampir di setiap kandang hewan yang ada . . . Lomba sekalian wisata nih . . .

Akhirnya upacara penutupan pun dimulai. dengan pembina Pak Bashori, semua berjalan khidmat. Peserta yang menjadi juara pun terlihat puas atas segala hasil jerih payah mereka . . .

WEW, ! selamat guys . !

PDT 2006

August 31st, 2008

PENDOBRAK YANG TERDOBRAK ?!?

HARI PERTAMA

Pada tangggal 26 Desember 2006, “Idol” mengikuti suatu event yaitu Pengembaraan Desember Tradisional. Nah, pas itu rute perjalannanya rute perang gerilyanya Jenderal Sudirman.Waktu itu aku satu sangga sama: randy, tacho, gigin, bintang, cupank, wachid, iyus.Kita start p’jalanan dari museum sasmitaloka.
Awalnya sih kita mempunyai motto : ” Apa kamu mau didobrak juga??” tapi akhirnya setelah melalui p’jalanan nan melelahkan, dengan bijaksana, kami mengganti motto kami,yaitu: “Pendobrak yang terdobrak!!”. Hehe,, habisnya mau jalan di belakang komja tapi kesusul sama sangga lain,,jadi terdobrak deh sangga kita.
Tapi selama perjalanan itu,kita juga ngalamin kjadian2 yg kocak,Di hari pertama aja ya “idol” udah dapet “azab”.Jadi di hari pertama itu ada rute yang namanya tanjakan setan. Kenapa namanya tanjakan setan? Coz tanjakannya ngeri bgt. Udah jalannya panjang, sudut elevasinya yo medeni bocah.
Sebelum “idol” lewat situ..”idol” kena anyang2en. Namanya jg dehidrasi. Padahal jalannya udah mo nanjak. Boro2 jalan nanjak orang bwt berdiri tegak aja g bisa. “idol”. Jadi perasaan mo pipis tp pasti cm kluar dikit/malah g kluar sm skali?? Menurut Kitab pararaton yg “idol” baca, cara nyembuhin anyang2en tuh jempol kaki dililit sama karet. Dulu “idol” prnh nyoba resep ini dan t’nyata manjur jack :D …Akhirya cara itu pun q coba. Ga berapa lama kaki “idol” bengkak and biru2 gitu..(ya iyalah secara peredaran darah ga lancar!!) Akhirnya tu karet(yang di kaki lho..=) ”idol” copot. Dengan tertatih “idol” berjalan membungkuk..Eh ga taunya pas di jalan setan itu hujan turun dengan derasnya, sederas jeritan di hati(halah,,).
Oh ya jd di medan itu, satu persatu anggota sangga pendobrak udah g kuat&g bisa nerusin perjalanan.klo g salah pas itu yang jalan tinggal 3 ato 4 org gitu..Akhirnya “si otong” tidak kuat berjalan lg. Aq pun menyerah dan menunggu bantuan datang..Pas itu aq istirahat di pinggir jurang. Di situ g ada penerangan sama sekali and udah malam. Nah pas disitu gw liat ada orang tidur trus sluruh badannya ditutupin mantel,,Pertama kali liat gw kira tu orang udah mati abiz g gerak blas.Trus klo misalnya tidur,,gw takut tu orang ngelindur and tidurnya bergerak-gerak trus jatuh di jurang.Heh ga taunya pas lg nunggu anyang2en gw ilang + nunggu bantuan tiba2 dari belakang ada yg nyolek.Dia bilang,”Mo minum res?” Gw teriak,,,trus gw liat tu orang…ternyata dia orang yg tidur di pinggir jurang and..OH MY GOD…She is my junior high school friend!!!! Trus gw ngomong,”Busyet msh hidup loe?Punya nyawa brp sih loe?” Dia nyamber,”kurang ajar!! Lo mau ga minumannya, kyknya badan loe kurus kering and butuh minum..”
Hueh,,kurang ajar jg tu bocah,,kn emang badan gue kurus dari sononya. Tp brhubung gw haus, ya gue ambil aja tu minumannya dia.Ternyata isinya teh.Udah kecampur2 lumpur dikit hoeks….Ga higienis bgt!! Apa kata dunia klo seorang “idol” minum kyk gitu,,,Untung disitu ga ada paparazzi! Sambil melihat sekeliling klo2 ada wartawan infoteinment lewat “idol” pun minum.,Dan ternyata bantuan baru datang 2-3 jam kmdn…sial tau gitu td gue jalan aja,pasti klo jalan daru tadi udah nyampe.

HARI KEDUA

Di hari kedua ini,tipe rute perjalanannya sama kyk hari pertama,byk tanjakan..Nah jd di hari ini gw and sangga gw ngerasa kyk kesasar. Abiz klo kita liat peta p’jalanan mestinya kita udah nyampe di suatu pos. Tapi kenyatannya kita g nyampe2 jack!! Mana disitu ga keliatan peserta PDT lainnya lg..Akhirya setelah berjalan sedikit kita menemui penduduk sekitar.Kita nanya letak posnya.Kali aja dia tau.Berikut cuplikan tanaya jawab antara kita dan seorang ibu warga sekitar yang ajaib(lho?!?) :
Kita : Bu,tau tempat ini ga?(sambil nunjukkin peta)
Ibu : O..pos kalian tu di menara metro tv..(mukanya kyknya menyakinkan bgt)
Kita :Masih jauh bu posnya? (Dengan muka rada2 berharap)
Ibu : Oh,,enggak.Cm sekitar 300meteran lagi lah (Sambil menunjuk jalan yg menanjak)
Kita : Wlah gitu to bu,,ya udah kami pergi dulu ya bu,,trima kasih banyak
Ibu :Inggih sami2

Dengan segera km pun memulai perjalanan lg,pas udah 300meteran kok sepi ga ada orang..emang sih di situ ada menara metro tv..Km mulai curiga klo km km dikibulin oleh itu ibu..Ternyata benar,,,posnya bknnya 300m tp 3km!!! Sizzal marugin tenan..tu ibu bisa bc peta ga sih?? Orang Dora aja bisa bc peta,,hehehe

Singkat ceritakita2 udah sampe basecamp, disana kita lgsg disambut sma cwk b’jilbab and bermuka jutek. Pokoknya klo kita liat tu muka persis deh sama yg meranin saudara tiri di sinetron2…Kita kirain si -cewekberwajahsepertisaudaratiriyangjahatdisinetron- itu bkl sangar..eh ga taunya suaranya cempreng………udah gitu dodol pula…Pokoknya klo kita tanyain g prnh nyambung lah…Busyet kita2 sampe kbw emosi klo ngomong sm si -cewekberwajahsepertisaudaratirijahatdisinetron- hbs pasti ujung2nya ga nyambung!!

HARI KETIGA & KEEMPAT

Tungguin aja di cerita dodol dari “idol” berikutny,,,,

–Resa “idol”–

PCT Ngobaran

August 31st, 2008

The First 3D Advertising Di suatu pagi di bulan Oktober 2005 pukul 6 pagi, di lapangan tengah SMAN 3 Yogyakarta terdengar suara benturan batu dengan besi. Agak aneh memang, di pagi hari, yang biasa terdengar adalah suara sapu cleaning service yang ‘beradu’ dengan kerasnya paving lapangan tengah menggiring daun-daun kering yang berjatuhan dari pohon karetan. Ternyata suara benturan itu adalah suara Alfi(Pad’s 60) dan Danu(Pad’s 62) yang sedang memukul-mukul pathok di lapangan tengah, tapi yang mereka pathok bukan tenda melainkan sepeda ‘onta’ tua yang dinaiki ‘seseorang’ yang mengenakan sebuah kaos lusuh dan helm ciduk abu-abu. Ya! Itulah publikasi 3 dimensi pertama yang pernah dibuat oleh Ambalan. Ide pembuatan iklan atau publikasi 3 dimensi ini berawal dari krisis ide pembuatan publikasi acara Pelantikan Calon Penegak (PCT) yang rencananya waktu itu akan diadakan di Pantai Ngobaran. Beranjak dari situ, 2 hari sebelumnya, 4 orang ‘pembesar’ Ambalan yang terdiri dari Itx (Pad’s 55), Ochiemin(Pad’s 59), HDA(Pad’s 59), dan Rmd(Pad’s 58) melihat sebuah festival iklan yang ternyata semua iklan yang dipamerkan dalam festival itu mengandung master ide yang sama yaitu, iklan harus mencolok, menarik orang agar setidak-tidaknya melihat secara sekilas dan selanjutnya bertanya, “Iklan apa sih ini?”. Master ide itu terealisasi dalam iklan-iklan spektakuler yang dipamerkan dalam festival iklan tersebut dan sebagian besar iklan yang dipamerkan ternyata berwujud 3 dimensi. Dari kenyataan tersebut, kemudian 4 orang tadi memutar otak untuk menentukan iklan apa yang dapat dibuat dengan biaya seminimal mungkin tapi bisa berwujud 3 dimensi serta sudah mewakili kriteria pada master ide. Setelah lama berpikir, akhirnya mereka pun menemukan sebuah ide brilian untuk membuat sebuah iklan dengan menggunakan sepeda ‘onta’ tua peninggalan kakek Danu yang dititipkan di Sanggar Ambalan sebagai media utama. Malam itu juga 4 orang tadi segera bergerak untuk membuat iklan 3 dimensi untuk publikasi PCT Ngobaran. Namun, karena Rmd dan HDA waktu itu tidak bisa ikut, mereka pun digantikan Danu dengan pertimbangan karena dia adalah pemilik sepeda ‘onta’ tua yang dititipkan di sanggar Ambalan. Pembuatan iklan dilakukan di sanggar Ambalan. Mendengar ide gila yang cukup ngosak-asik ini, Alfi pun ikut campur tangan. Setelah diadakan pembagian tugas dan sholat Isya’, mereka pun mulai bekerja dengan riang gembira. Canda tawa mengusik sunyi dan gelapnya sudut selatan SMA 3 Jogja. Mereka keluarkan semua barang-barang sanggar yang tersisa. Dari kain lusuh hingga kendi yang meninggalkan debu di tangan jika disentuh. Dari tongkat pramuka hingga helm ciduk yang ditinggal pemiliknya. 4 orang bekerja bersama bahu-membahu hanya berharap satu yaitu, persaudaraan bakti Ambalan dapat diwujudkan kembali. Tak diduga ternyata jarum jam telah membentuk sudut lancip dengan kaki pendek pada angka 10 dan kaki panjang pada angka 12. Mereka pun segera mengakhiri pembuatan proyek iklan 3 dimensi itu dengan hasil akhir 2 macam produk, yaitu sebuah sepeda ‘onta’ tua yang dinaiki orang-orangan berpakaian kaos lusuh dan memakai helm ciduk abu-abu serta pada stang sepeda digantung kendi pada bagian kiri dan sebuah perangkat gamelan lengkap dengan pemukulnya pada bagian kanan. Sedangkan produk yang lain adalah sebuah jas praktikum yang rencananya pada hari berikutnya akan digantung di depan ruang UKS. Pada sekujur tubuh kedua produk itu ditempel tulisan “Pantai Ngobaran Pantai Pasir Putih”. Kedua produk itu pun akhirnya dipajang oleh 2 orang yang diceritakan di awal tadi. Lalu, tentang pasir putih? Atau tentang Ngobaran? Baca saja PCT Ngobaran (2) yang akan segera terbit(&’s-11037-^^!) (Danu)

GTL Siung

August 31st, 2008

“Merayapi Karang Terjal Gunung Kidul”

Kapyuk..!!! Astaghfirullah.. Seakan air bah datang tiba-tiba tatkala saya sedang asik merayapi dinding karang terjal di pinggir pantai Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Sekujur badan basah kuyup..

Susur pantai adalah kegiatan outdoor yang jarang sekali dilakukan Ambalan Yos Sudarso-Kartini. Namun kali ini, BPH 60 mengisi masa akhir kepengurusan mereka dengan mengadakan susur pantai dari Siung hingga Wedi Ombo.

Wuah..pasti menantang sekali !! dan memang benar terbukti. Rute sejauh … km  dilewati penuh dengan tantangan. Terjalnya karang, naik turun medan, hingga deburan ombak yang mulai pasang membuat perjalanan kali ini terasa sangat mengezutkan..

Diawali dengan berjalan kaki menaik-turuni bukit kapur yang panas, sore itu kami memulai perjalanan menuju suatu pantai yang dijanjikan panitia sangat indah.. beberapa pos kami singgahi dengan alasan pengerjaan soal perjalanan. Yang jelas, berteduh dari rasa panas tentu hal yang wajib dilakukan. Soalnya, daerah Gunung Kidul yang memang terkenal dengan cadas kapurnya itu benar-benar membuat jidat kami mengernyit, panaz..

Ya jelas peserta nggak bodoh. Berbagai perlengkapan ‘pendingin’ pun dipakai. Ada yang pake sleyer diikat di kepala jadi kaya ‘gadis penjual korek api’, ada yang pake topi pengembara ala Riyanni Djangkaru, sampe ada yang bawa paying guedhe bwanget.. ya lumayanlah.. bisa buat bareng-bareng.. kita kan harus setia kawin.. ups!

Meski panas nggak ketulungan, pemandangan puluhan bukit kapur membentang dihadapan kami secara bertubi-tubi. Argh.. ini yang namanya dunia!! Gila.. indah betul patahan-patahan batuan kapur yang tak sengaja nongol di antara bebukitan. Sebenarnya, tidak sulit kok mendapatkan pemandangan seperti ini, karena jalanan pun sudah diaspal. Selain memudahkan para warga, saya curiga, hal ini sengaja lebih ditujukan untuk menunjang aspek pariwisata di derah pesisir pantai GunKid  itu sendiri.

Hawa segar plus bau anyir lautan sudah terasa begitu kental ketika tiba-tiba muncul di hadapan kami bentangan air laut biru yang membentuk cakrawala. Langsung kami berceburan di bibir pantai yang sedang surut itu. Memang, air laut pasang hanya pada saat tengah malam ataupun tengah hari. Mengapa? Ya karena tertarik gravitasi mahatari di kala siang, dan bulan di saat malam.

(pantai siung kaya apa?)

Malam hari ketika langit sudah benar-benar tertutup hitam, bintang-bintang bertaburan di atasnya. Tak berbatas jumlah.. takhenti berkedip, tak henti menyihir kami untuk tetap menatapnya. Panitia pun dengan cerdik memanfaatkan momen. Muhtar, Ambalan 59, diminta menjadi pemateri “navigasi bintang” malam ini. Secarik kertas bergambarkan peta formasi bintang pun dibagikan kepada para peserta. Banyak yang kesulitan melihat gugus bintang mana yang cocok dengan gambar. Itox, Ambalan 55, dengan sigap membimbing dari belakang. Sepertinya, dia tau betul letak formasi bintang mana saja yang ada dalam peta itu. Termasuk kapan gugus bintang itu muncul. Karena, tidak semua gugus bintang ada sepanjang tahun. Ursa Mayor, ursa minor, casiopea, canopus, …

Lapar? Tentu saja. Untungnya, ada satu rumah (atau tepanya gubuk ya?) di dekat camp kami. Awalnya, kami sangsi. Pintunya tertutup. Ternyata, hawa dingin lah penyebabnya. Di dalamnya, api dari lampu teplok menghangatkan serta menerangi ruangan yang hanya berkisar 3×2 meter itu. Mie rebus pus tes hangat adalah santapan terlezat di sana. Nyam.. nggak jadi masuk angin deh kalau sudah kenyang begini.. J

Huahm.. malam semakin larut. Kami pun bergegas menuju tenda yang sudah didirikan di antara bebatuan besar hitam di atas karang di samping kanan pantai. Beneran… batunya beneran guedhe-guedhe bwanget… jadi berasa kaya di jaman batu gitu.. kanan, kiri, depan, belakang.. batuan hitam sangat besar melindungi kami dari dinginnya angin pantai malam ini.

Wah, sayang sekali. Tenda dome yang ada tidak dapat memuat seluruh peserta. Akhirnya saya dan beberapa teman (Ipeh, manyol, TJ, Sunar, Westhi, dan.. ada yang kurang?)  memilih mendekati api unggun. Zz.. tidurlah kami di sana. Beratap langit.. beralas bumi.. (sebenernya sih lebih tepat beralas matras!)

Malam itu, sebenarnya saya tidak dapat langsung memejamkan mata. Saya terbaring dengan mata yang terus memandang ke angkasa. Melihat keelokan ciptaan Yang Kuasa.. terus berkerlip, indah J terdengar pula beberapa celoteh teman, yang kudeteksi sebagai suara mas Itox, Manyol, dan mas Yoyok. Yah, sedikit banyak kumengerti. Kuremahi, kukunyah.. lucu juga. Sesekali kutimpali perbincangan mereka ke Ipeh. Setengah hidup pula dia menjawabnya. Maklum.. perjalanan kami tadi sangatlah panjang..

Pagi kuawali dengan menggososk gigi dengan air aqua. Di atas (karang) nggak ada air tuh. Ah, ini hanya awalan saja ketikak sekitar jam 8 pagi kami memulai penjelajahan sebenarnya. Bukitan karang tepat di bibir pantai adalah sasaran susuran kami. Dengan menggendong ransel perbekalan, kami perlahan merayapi batuan karang yang bertengger tegak di tepi lautan. Pemandangan elok nan indah terhampar jauh hingga batasan cakrawala. Uh.. sungguh menakjubkan!!!

Beberapa bentuk karang yang  tampak aneh tiba-tiba menjadi studio mini bagi para peserta yang memang narsis. Di tengah berjalan, tiba-tiba kami menemukan batu karang yang berbentuk seperti lesung (tempat menumbuk padi) yang terisi  air laut. Langsung saja, nyes… kaki yang tadinya pegel menapaki terjalnya batuan karang, langsung dicelupkan ke dalam ‘lesung’ tadi yang dingin. Hm.. sembari duduk di pinggiran batunya, saya nikmati kayanya guratan alur pada dinding batu karang itu. Uh.. sungguh tiada tara..

Hari  pun semakin siang ketika tiba-tiba ombak besar menerpa kami. Wuah.. sudah hampir pukul 12. pantas saja, laut kan sedang pasang. Kalau saja saya tidak dipegangi oleh seorang teman, pastilah saya sudah jatuh di karang-karang di bawah sana. Naudzubillah.. pegangan yang saya rasa sudah cukup kuat ternyata tidak mampu menahan hempasan ombak yang lumayan kecil. Untunglah.. meski ransel basah kuyub, henfon dan camdig mas juan nggak kenapa-napa. Setelah itu, mas Itox terlihat mengenakan jubah (mantol sih..) ala batman untuk melindungi dirinya. Huah.. padahal saya saja sudah teranjur basah kuyub begini.

Segala haling rintang kembali mewarnai perjalanan kami setelah itu. Harus merayap karena berpasirlah.. harus melompat karena tinggilah.. bahkan menelusup di antara bebatuan, kami jalani. Akhirnya, sampailah pada tanjakan terakhir yang berupa kerikil dan pasir terasa sangat berat dilalui. Baju yang berat karena basah, dan tenaga yang sudah habis terkuras di ‘medan laga’, membuat nafas kami semakin ngos-ngosan.. tapi amazingnya, setelah tanjakan itu, langsung kami dapati hamparan pantai megah dan luas berpasir putih… pantai Wedi Ombo!!!! Dan sampailah kami pada saat yang berbahagia, sentausa, mengantarkan rakyat Indonesia.. wealah, malah preambule UUD 45! Intinya.. nikmat tak terkira ketika kami tiba di sana. Beberapa kawan sudah terlihat bercebura di sana. Beberapa memasak mie untuk dimakan bersama.. beberapa terlihat tiduran dengan kaca mata hitamnya (biar berasa turis gicu..). saya sih malah tertarik dengan ikan parang cucut yang digantung di pojok warung makan tak jauh dari bibir pantai. Wuh.. jadi inget cerita si Lumba-lumba punya adek saya…

-ratih-

PDT 32 Palagan Ambarawa

August 31st, 2008